Jumaat, 30 Oktober 2009

Kembalikan Semuanya Kepada Allah


Kita adalah milik Allah. Allah yang menciptakan kita. Karena itu Allah tentu yang paling tahu keadaan kita. Allah yang mengurus diri kita setiap saat. Kita sesungguhnya tidak pernah tahu bagaimana cara mengurus diri sendiri. Kita tidak tahu kerja jantung, paru-paru, otak atau organ tubuh lainnya. Kita hanya tahu sedikit saja. Jadi, sekali lagi hanya Allah, cuma Allah yang paling tahu dan boleh mengurus diri kita.

Maka, tentu Allah juga yang paling tahu apa yang telah kita lakukan. Allah mengetahui semua dosa dan keburukkan kita. Allah Maha Tahu apa isi hati kita. Termasuk juga mengetahui segala masalah yang kita hadapi. Sebaliknya, Allah juga yang mengetahui semua jalan keluar dari setiap kesulitan yang kita alami. Maka, sebenarnya kita hanya disuruh untuk menyelesaikan setiap masalah dengan Allah, Yang Maha Mengetahui jalan keluarnya. Karena, kita tidak akan mungkin menyelesaikan setiap masalah sendiri dengan benar tanpa petunjuk atau tuntunan dari Allah.

Begitupun jika ingin menikmati hidup, hanya Allah yang mampu memberikannya. Caranya, sentiasa bersyukur atas segala pemberian Allah. ” ...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azabKu sangat berat.” (QS Ibrahim [14]: 7)

Kita tidak pernah tahu rezeki kita dimana. Apapun kedudukan, pekerjaan kita harus dalam upaya mencari redho Allah. Jika sudah begitu, rezeki pasti akan dengan sendirinya menghampiri kita. Atau ketika kita ditakdirkan Allah diuji dengan terlilit hutang? Sementara kita merasa sudah tahajud dan beramal baik. Padahal jika dibandingkan dengan orang lain yang tidak tahajud, mereka tetap mendapat rezeki. Maka, kita harus pandai mencari hikmahnya. Boleh jadi ketika hutang selesai, tahajud yang biasa dilakukan juga turut hilang. Allah sangat suka melihat hamba-Nya meluangkan sepertiga malam untuk solat tahajud. Merintihkan segala kepayahannya hanya kepada Allah, walau mungkin hanya sekadar minta diselesaikan hutangnya.

Jadi, yang wajib sangat kita yakini adalah tidak ada satu pun perbuatan Allah yang sia-sia. Allah selalu memberikan terbaik kepada setiap makhluknya. Lalu, apa patut setelah yakin kita tidak berikhtiar? Jawabannya, ikhtiar juga wajib tetap dilakukan, tentu dengan tuntunan dari Allah. Wallahu’alam.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan